SAMBUTAN DEPUTI GUBERNUR BI PADA GRAND LAUNCHING BRI SYARIAH

SAMBUTAN DEPUTI GUBERNUR BANK INDONESIA

PADA GRAND LAUNCHING BRI SYARIAH

JAKARTA, 1 JULI 2009

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pendahuluan

1. Syukur ahamdulillah mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena pada malam ini saya dan kita semua dapat hadir disini dan menyaksikan acara peresmian/grand launching BRI Syariah. Saya sungguh berbahagia, karena acara ini menandai hadirnya satu bank umum syariah (BUS) di Indonesia yakni BRI Syariah, sehingga saat ini kita memiliki 5 BUS (catatan : 4 BUS lain : Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah Indonesia, Bank Bukopin Syariah)

2. Spin off dari sebelumnya Unit Usaha Syariah (UUS) BRI menjadi BUS – BRI Syariah ini tentu menjadi satu bentuk transformasi bisnis BRI dalam memperkuat struktur bisnis yang lebih dedicated dan lebih fokus di operasi bisnis bank syariah. Dengan pembentukan BRI Syariah, BRI akan memiliki potensi yang lebih besar untuk mencapai tujuan-tujuan bisnisnya, terutama dengan memberikan fleksibilitas dan otonomi bisnis yang lebih besar pada BRI Syariah sebagai anak perusahaannya.

3. Saya yakin, dengan kombinasi resources serta akumulasi pengalaman bisnis yang panjang yang dimiliki BRI, ditambah dengan berbagai prestasi dan kekuatan lain yang dipunyai, kehadiran BRI Syariah dapat lebih memperkuat industri perbankan syariah kita, sehingga dapat menopang sistem keuangan Indonesia dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia. Karenanya, saya ucapkan “syukur dan selamat atas berdirinya BRI Syariah ini”

4. Rasa syukur yang mendalam ini juga patut kita panjatkan, karena di tengah imbas krisis finansial global yang masih berlanjut hingga saat ini, dari waktu ke waktu perkembangan shariah finance di Indonesia terus memperlihatkan kemajuan/progress yang sagat berarti, bahkan tidak menghalangi adanya ekspansi khususnya di industri perbankan syariah. Dari sisi industri, industri syariah kita masih ‘atraktif’, ini terlihat dari jumlah ’pemain’ di industri terus meningkat. Saat telah ada 30 bank syariah yang terdiri dari BUS, UUS, dan BPRS dengan total jumlah kantor mencapai 895 kantor. Pertumbuhan rata-rata jumlah kantor perbankan syariah selama 4 tahun terakhir mencapai hingga 24%.

5. Meningkatnya attractiveness industri bank syariah kita juga diikuti dengan indikator kinerja keuangan yang menggembirakan, baik yang ditunjukkan dari growth aset, DPK, dan pembiayaan/financing yang rata-rata per tahun mencapai di atas angka 30% (Catatan, Aset : 36%, DPK : 32% dan pembiayaan : 37%). Demikian pula dengan rasio penyaluran dana (FDR) mencapai 104%, sedangkan ROE mencapai 62% per tahun. Dan kita tahu, bahwa share perbankan syariah (April 2009) juga terus meningkat secara bertahap dan pasti, yakni 2,2% terhadap pangsa aset perbankan nasional.

6. Apabila kita berbicara dalam konteks industri keuangan syariah global, data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa meskipun share aset keuangan syariah dunia saat ini masih di sekitar 1% dari total aset keuangan global dan market lebih dari separo 1,4 miliar muslim dunia, industri keuangan syariah telah menjadikan alternatif jasa keuangan yang tumbuh pesat dan kompetitif. Pasar keuangan syariah dunia terus berkembang dan tumbuh tinggi yakni 30% sejak tahun 2000 dan diperkirakan terus meningkat. (Catatan : akhir tahun 2007, total aset USD660 miliar dengan revenue USD53 miliar). Di tengah kondisi short-term market yang relatif masih volatile, keuangan islam global terus tumbuh masif dan diproyeksikan mencapai USD1,6 triliun dan pendapatan total USD 120 miliar di tahun 2012.

Keuangan Syariah dan Kestabilan Sistem Keuangan

7. Kita telah mafhum bahwa lingkungan ekonomi domestik dan internasional, yang melingkupi bisnis keuangan termasuk keuangan syariah saat ini, telah berubah menjadi sebuah tantangan yang berat. Dalam pasar keuangan yang terbuka dan terintegrasi seperti saat ini, dinamika pasar dunia dan langkah resolusi krisis keuangan yang ditempuh negara maju memberikan dampak yang cepat dan tajam pada perkembangan pasar dan perekonomian negara emerging seperti Indonesia. Karenanya concerted action antara kebijakan moneter dan stimulus fiskal terus ditempuh di berbagai negara untuk meningkatkan confidence. Namun demikian, hal ini baru tercapai, ketika krisis di sistem keuangan –khususnya keuangan konvensional– diperbaiki dan selanjutnya dipertahankan kestabilannya, serta ketika arus kredit/pembiayaan dapat mengalir kembali, ketika pasar keuangankembali berfungsi efisien, dan ketika harga-harga merefleksikan real value dari suatu aset.

8. Pada periode yang penuh tantangan ini, lembaga keuangan khususnya lembaga keuangan syariah memiliki peran yang penting untuk membangun confidence kestabilan sistem keuangan tersebut serta memastikan berlanjutnya akses pembiayaan pada sektor riil. Kekuatan lembaga keuangan syariah yang by default melarang transaski ekonomi tanpa  underlying economic yang jelas, non-speculative, dan mengurangi decoupling ekspansi transaksi keuangan dan pertumbuhan sector riil ini menyebabkan besarnya harapan agar tumbuhnya keuangan syariah termasuk perbankan dapat menjadi salah satu solusi krisis.

9. Bahkan sistem sistem perbankan dan keuangan syariah dapat mengambil peran yang lebih besar untuk menciptakan sistem keuangan yang lebih efisien, stabil dan berkeadilan. Hal ini didukung oleh karakteristik dasar sistem keuangan syariah yang menonjolkan aspek keadilan dan kejujuran dalam bertransaksi, investasi yang beretika, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam berproduksi dan menghindari kegiatan spekulatif dalam bertransaksi keuangan, menjadikan kemanfaatannya akan dapat dinikmati tidak saja oleh umat Islam tetapi juga oleh semua masyarakat Indonesia.

10. Kehadiran sistem keuangan dan ekonomi syariah diharapkan dapat memberikan warna dan ketahanan dari sistem perekonomian yang telah ada pada saat ini. Pengaturan syariah terhadap fokus kegiatan keuangan terhadap sektor riil sebenarnya merupakan intisari dari konsep governance dan peningkatan stabilitas dalam sistem keuangan. Dalam banyak hal, konsep ekonomi syariah sebenarnya telah hidup dalam masyarakat Indonesia sejak beberapa abad yang lalu. Tradisi gotong royong dan berbagi hasil produksi pertanian bukanlah suatu hal yang baru.

Agenda ke Depan : Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia dan Human Capital Investment

11. Dalam kesempatan ini, saya ingin menekankan pada dua aspek lain yang penting dalam pengembangan keuangan syariah khususnya perbankan syariah ke depan. Aspek pertama adalah kejelasan dalam visi dan tujuan pengembangan system keuangan syariah ke depan. Sebagaimana diketahui, kita telah memiliki Arsitektur Perbankan Indonesia dan juga Blueprint Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia sebagai kerangka acuan dalam mengembangkan perbankan nasional dan juga perbankan syariah. Namun dengan adanya concern yang sangat besar pada terciptanya kestabilan system keuangan secara umum, serta tuntutan dan harapan yang besar pada sistem keuangan syariah sebagai sistem yang dapat menyokong kestabilan sistem keuangan maka Bank Indonesia, Departemen Keuangan, dan instansi terkait secara bertahap sedang mengembangkan satu arsitektur atau landskap keuangan syariah Indonesia (AKSI) yang nantinya bagian dari Arsitektur Sistem Keuangan Indonesia (ASKI). Dala AKSI ini akan diintegrasikan rancangan dan proram dalam mengembangkan sistem keuangan syariah baik dari industri perbankan, pasar modal, maupun takaful baik dari sisi kerangka legal dan pengaturannya, infrastruktur, dan lingkuingan yang kondusifnya.

12. Aspek kedua, adalah pada kebutuhan investasi pada pengembangan SDM di bidang keuangan syariah. Pesatnya perkembangan industri syariah di tanah air, khususnya perbankan syariah, mutlak ditunjang dengan tersedianya SDM yang kompeten dan dalam jumlah yang memadai. Sebagai ilustrasi, apabila dihitung secara rata-rata dengan tingkat pertumbuhan SDM sebesar 23% maka setiap tahun akan dibutuhkan tidak kurang dari 1.000,- orang pegawai baru per tahunnya. (catatan : per April 2009 Jumlah SDM BUS 8.383 org, UUS 2.169 org, dan BPRS 2.833 org). Jumlah tersebut belum termasuk jumlah SDM dilembaga-lembaga keuangan syariah dan lembaga pendukung lainnya.

Suatu jumlah yang terbilang besar sementara disisi lain supply tenaga siap pakai dalam bidang syariah dari Lembaga Pendidikan masih terbatas.

13. Alhamdulillah kita menyaksikan bahwa dengan dorongan pasar (market driven) tersebut telah direspons lembaga perguruan tinggi kita dengan pembukaan banyak program baru di bidang ekonomi syariah, baik pada strata D3, S1, S2, bahkan S3. Beberapa waktu lalu, Universitas Al Azhar Indonesia telah meresmikan pembukaan program ekonomi syariahnya, juga ITB bekerjasama dengan LPPI juga membuka program MBA di bidang ekonomi syariah.

14. Ke depan, upaya berkelanjutan dalam pengembangan human capital dan keahlian untuk memperbesar pool of experts dan menambah profesional dengan high skilled quality menjadi agenda penting bagi kita termasuk dukungan dan sinergi dari pelaku industri dan lembaga pendidikan.

Penutup

15. Akhirnya dengan berbagai langkah Bank Indonesia dan Pemerintah dalam membangun kestabilan sstem keuangan yang seperti yang saya kemukakan di atas, maka di level mikro industri, saya berharap agar pelaku industri perbankan syariah, khususnya BRI Syariah, perlu terus melanjutkan upaya penguatan capacity dan capabilities nya secara signifikan agar dapat merespon tantangan dan lingkungan yang dihadapi saat ini dan ke depan.

16. Dengan berbagai point di atas, saya ingin menutup sambutan saya ini dan sekali lagi menyampaikan selamat atas launching BRI Syariah, semoga BRI Syariah dapat sukses dan secara persisten committed untuk mengkontribusikan bisnisnya pada pengembangan industri perbankan syariah Indonesia. Semoga Allah SWT senantiasa berkenan memberikan rahmat dan ridha-Nya kepada kita sekalian. Sekian dan terima kasih.

Billahittaufiq wal hidayah

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jakarta, 1 Juli 2009

Bank Indonesia

Muliaman D. Hadad

Deputi Gubernur

(http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/3E1E13C8-AC6A-40DD-889D-160BE8FEB2BA/17711/speech_mdh_bri_010709.pdf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: