3 Tahun BRI Syariah

3 Tahun BRI Syariah

Kamis, 17 November 2011

Dalam banyak kasus, bank syariah yang sudah lepas dari induknya masih “dompleng” dari sisi TI-nya. Begitu pula untuk layanan electronic delivery channel. Tidak salah memang. Namun, hal itu tetap menjadi pekerjaan rumah, terutama bagi BRI Syariah. Rully Ferdian

Jakarta–Hari ini tepat tiga tahun PT Bank BRI Syariah beroperasi. Kendati masih terbilang pendatang baru di industri syariah, BRI Syariah mampu menaruh minat masyarakat (nasabah). Hal ini tentu berkat produk dan layanan yang membuahkan hasil atas kinerjanya.

Lihat saja, misalnya, perolehan laba sebelum pajak sebesar Rp23 miliar selama sembilan bulan pertama 2011 atau tumbuh 130% dari posisi akhir 2010 lalu sebesar Rp10 miliar.

Sementara dari sisi pembiayaan per September 2011, BRI Syariah mencatatkanoutstanding Rp7,9 triliun, tumbuh sekitar 60% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah aset tercatat mencapai Rp9,5 triliun.

Bahkan, belum lama ini, produk tabungan BRI Syariah juga dinobatkan sebagai pememang “The 13th Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2011,” untuk kategori Tabungan Syariah.

“Kepercayaan nasabah terhadap Bank BRI Syariah terlihat dari pertumbuhan volume tabungan pada 2011 yang mencapai sekitar Rp1,2 triliun dengan total nasabah mencapai 400 ribu dari posisi Desember 2010, yaitu Rp737 miliar. Karena peningkatan yang cukup signifikan ini, kami targetkan angka Rp2 Trilliun dari produk tabungan sampai di akhir 2011,” ujar Chief of Retail Banking BRI Syariah, Khairullah, dalam keterangan pers-nya beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Salah satu program yang membantu peningkatan volume produk Tabungan BRISyariah iB adalah program ‘Hujan Emas Tabungan BRISyariah iB’ yang membagikan total 9 kg emas logam mulia untuk 1.000 orang nasabah di sepanjang 2011.

Sementara itu, jumlah nasabah dan volume Tabungan BRISyariah iB juga berasal dari nasabah loyal produk-produk pembiayaan. Produk-produk pembiayaan unggulan dari BRI Syariah yaitu Gadai BRISyariah iB, Kepemilikan Logam Mulia BRISyariah iB dan KPR BRISyariah iB, di mana nasabah juga membuka Tabungan BRISyariah iB.

Produk Gadai BRISyariah iB merupakan produk unggulan karena kinerja pembiayaannya meningkat cukup signifikan, yaitu 54,77% dibandingkan dengan posisi pada akhir 2010 sebesar Rp646,08 miliar.

Sedangkan KLM BRISyariah iB, merupakan produk inovatif yang memungkinkan seorang nasabah memiliki logam mulia melalui cara mencicil. Dalam waktu tiga bulan setelah peluncurannya, produk ini telah mencapai Rp120 miliar.

Namun, BRI Syariah lahir berawal dari akuisisi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) atas Bank Jasa Arta pada 19 Desember 2007. Kehadiran BRI Syariah semakin kuat setelah pada 19 Desember 2008, ditandatangani akta pemisahan Unit Usaha Syariah BRI, untuk melebur ke dalam BRI Syariah (spin off) yang berlaku efektif pada 1 Januari 2009.

Sama seperti halnya bank syariah yang lahir dari proses spin off, BRI Syariah pun mengalami hal yang sama, terutama masalah permodalan dan pemanfaatan teknologi informasi (TI). Karena itu, tidak salah jika BRI Syariah bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan merencanakan penawaran umum terbatas atau initial public offering (IPO) saham pada 2014, untuk memperkuat permodalan dalam pengembangan bisnis.

“Kami berencana untuk go public 3-4 tahun ke depan. Kami belum tahu berapa tepatnya saham yang akan dilepas tapi minimal 10%,” kata Direktur Bisnis BRI Syariah Ari Purwandono, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dari sisi TI, BRI Syariah juga masih perlu pengembangan, baik dari sisiback office maupun front office. Dalam banyak kasus, bank syariah yang sudah lepas dari induknya masih “dompleng” dari sisi TI-nya. Begitu pula untul layanan electronic delivery channel. Tidak salah memang. Namun, hal itu tetap menjadi pekerjaan rumah, terutama bagi BRI Syariah, untuk tetap menarik minat nasabah. Selamat ulang tahun BRI Syariah. (*)

http://www.infobanknews.com/2011/11/3-tahun-bri-syariah/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.